Politik Indonesia

Indonesia adalah sebuah negara hukum yang berbentuk kesatuan dengan pemerintahan berbentuk republik dan sistem pemerintahan presidensial dengan sifat parlementer, karena dominannya peran Dewan Perwakilan Rakyat/DPR dalam beberapa urusan eksekutif. Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan melainkan pembagian kekuasaan, hal ini tercermin dari dimilikinya sebagian kekuasaan yudikatif dan kekuasaan legislatif oleh eksekutif (Presiden). Kekuasaan yang dimiliki eksekutif dalam bidang yudikatif meliputi pemberian grasi dan rehabilitasi dengan pertimbangan Mahkamah Agung/MA serta abolisi dan amnesti dengan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Sedangkan kekuasaan eksekutif dalam bidang legislatif meliputi menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang dalam keadaan darurat dan Peraturan Pemerintah sebagai peraturan pelaksana teknis dari sebuah Undang-Undang yang dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Cabang eksekutif dipimpin oleh seorang Presiden yang merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan yang dibantu oleh seorang Wakil Presiden yang kedudukannya sebagai pembantu presiden diatas para menteri yang juga pembantu presiden. Kekuasaan legislatif dibagi diantara dua kamar didalam Majelis Permusyawaratan Rakyat/MPR yaitu, Dewan Perwakilan Rakyat/DPR dan Dewan Perwakilan Daerah/DPD. Cabang yudikatif terdiri dari Mahkamah Agung/MA yang dan badan peradilan dibawahnya dalam lingkungan peradilan umum, peradilan agama, peradilan tata usaha negara, dan peradilan militer serta sebuah Mahkamah Konstitusi/MK. Kekuasaan Inspektif dikendalikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang memiliki perwakilan disetiap Provinsi dan Kabupaten/Kota diseluruh wilayah Republik Indonesia.

Indonesia terdiri dari 33 provinsi yang memiliki otonomi, 5 diantaranya memiliki status otonomi yang berbeda, terdiri dari 3 Daerah Otonomi Khusus yaitu Aceh, Papua, dan Papua Barat; 1 Daerah Istimewa yaitu Yogyakarta; dan 1 Daerah Khusus Ibukota yaitu Jakarta. Setiap propinsi dibagi-bagi lagi menjadi kota/kabupaten dan setiap kota/kabupaten dibagi-bagi lagi menjadi kecamatan/distrik kemudian dibagi lagi menjadi keluarahan/desa/nagari hingga terakhir adalah rukun tetangga.

Pemilihan Umum diselenggarakan setiap 5 tahun untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, dan anggota DPRD yang disebut pemilihan umum legislatif (Pileg) dan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden atau yang disebut pemilihan umum presiden (Pilpres). Pemilihan Umum di Indonesia menganut sistem multipartai.

Ada perbedaan yang besar antara sistem politik Indonesia dan negara demokratis lainnya didunia. Diantaranya adalah adanya Majelis Permusyawaratan Rakyat yang merupakan ciri khas dari kearifan lokal Indonesia, Mahkamah Konstitusi yang juga berwenang mengadili sengketa hasil pemilihan umum, bentuk negara kesatuan yang menerapkan prinsip-prinsip federalisme seperti adanya Dewan Perwakilan Daerah, dan sistem multipartai berbatas dimana setiap partai yang mengikuti pemilihan umum harus memenuhi ambang batas 2.5% untuk dapat menempatkan anggotanya di Dewan Perwakilan Rakyat maupun di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD Kabupaten/Kota.

[sunting] Pemerintahan Daerah

Indonesia dibagi-bagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang diatur dengan undang-undang tersendiri mengenai pembentukan daerah tersebut.

Pemerintahan daerah terdiri dari Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD yang merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang keduanya merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya menurut asas otonomi dan tugas pembantuan, pemerintah daerah juga berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintah daerah berhak menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali mengenai urusan politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, fiskal-moneter, dan agama.

[sunting] Reformasi

Reformasi dalam kancah politik Indonesia telah berjalan sejak 1998[rujukan?] dan telah menghasilkan banyak perubahan penting.

Di antaranya adalah pengurangan masa jabatan menjadi 2 kali masa bakti dengan masing-masing masa bakti selama 5 tahun untuk presiden dan wakil presiden, serta dilaksanakannya langkah-langkah untuk memeriksa institusi bermasalah dan keuangan negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang fungsinya meliputi: melantik presiden dan wakil presiden (sejak 2004 presiden dipilih langsung oleh rakyat), menciptakan Garis Besar Haluan Negara (GBHN), mengamandemen UUD dan mengesahkan undang-undang. MPR beranggotakan 695 orang yang meliputi seluruh anggota DPR yang beranggotakan 560 orang ditambah 132 orang dari perwakilan daerah yang dipilih dari masing-masing DPRD tiap-tiap provinsi serta 65 anggota yang ditunjuk dari berbagai golongan profesi.

DPR, yang merupakan institusi legislatif, mencakup 462 anggota yang terpilih melalui sistem perwakilan distrik maupun proporsional (campuran). Sebelum pemilu 2004, TNI dan Polri memiliki perwakilan di DPR dan perwakilannya di MPR akan berakhir pada tahun 2009. Perwakilan kelompok golongan di MPR telah ditiadakan pada 2004. Dominasi militer di dalam pemerintahan daerah perlahan-lahan menghilang setelah peraturan yang baru melarang anggota militer yang masih aktif untuk memasuki dunia politik.

TOKOH : Sri Mulyani

Managing Director of the World Bank Group
Taking office
June 1, 2010
President Robert B. Zoellick
Succeeding Juan Jose Daboub

Born August 26, 1962 (1962-08-26) (age 48)
Tanjungkarang, Lampung
Nationality Indonesian
Spouse(s) Tonny Sumartono
Alma mater Universitas Indonesia
University of Illinois at Urbana–Champaign
Religion Islam

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia

Informasi Umum

1. Lingkaran : Menggambarkan Persatuan
2. Padi : Melambangkan sendi kehidupan bangsa Indonesia
3. Warna Kuning Emas : Dimaksudkan kemurnian
4. Bunga teratai : Melukiskan kesucian, yang juga dipakai oleh bangsa bangsa Asia sebagai dasar
5. Ombak dan gelombang : Melukiskan air atau pergolakan jiwa selalu bergerak dan dinamis
6. Akar Hijau : PSSI yang berakar pada teratai berarti dasar PSSI adalah kesucian dalam olahraga. Akar berwarna hijau artinya tetap muda penuh harapan dan cita-cita.
7. Latar Biru : Melambangkan udara, laut dan gunung yang berarti alam. PSSI lahir, hidup dan mati di alam Indonesia , harus merasa satu dengan tanah air dan karenanya harus setia pada tumpah darahnya
8. Bola : Bola sepakbola pada lambang PSSI mencerminkan diri dari organisasi sepakbola
9. Tulisan Football Association of Indonesia adalah terjemahan khusus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia dalam bahasa yang dimengerti secara universal.

Nama : Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)
Berdiri : 1930
Bergabung dengan FIFA : 1952
Alamat : Stadium UtamaGelora Bung Karno Pintu X-XI Senayan Jakarta 10023 Indonesia
Telepon : 021-570 4762
Fax : 021-573 4386, 570 4287
Website Resmi : www.pssi-football.com
Email : pssi@pssi-football.com

Eto’o urging Inter focus

Samuel Eto’o was all smiles after scoring his first hat-trick for FC Internazionale Milano but the star of the memorable 4-0 defeat of SV Werder Bremen insisted that only by remaining “humble” will the European champions stand a chance of retaining the coveted trophy they won last year.

Eto’o, deployed as Inter’s sole striker in the absence of Diego Milito, gave a master class in leading the line as he scored twice in six first-half minutes, set up Wesley Sneijder before the interval and crowned an outstanding display with his third nine minutes from time.

Despite his glittering performance, the Cameroon forward refused to get carried away by a first win of the campaign which leaves the Nerazzurri topping Group A on goal difference ahead of Tottenham Hotspur FC.

“It was a great match,” he told UEFA.com. “When you win you’re always happy, and when you score it makes you even happier. But the most important thing in football is to win because tonight I could have scored three and Wesley [Sneijder] could have scored and we still might have lost. Winning is all important.”

The former FC Barcelona striker has begun the season in ominous form, scoring nine goals in all competitions, and has no intention of slowing down: “I’m delighted because it’s the first time I’ve scored a hat-trick [for Inter] but I hope it’s not the last.” Neither does Eto’o expect a fourth European Champion Clubs’ Cup winners’ medal to fall into his lap, however. Indeed, the 29-year-old went as far as to suggest that there are stronger teams in the competition than the holders.

We will remain humble because we know that there are sides out there that are better than us, so we will just take it one match at a time and we will go as far as it takes us. This Champions League is complicated because there are sides like Real Madrid, Barça, Manchester United.

“There are also sides like Tottenham, who are a very, very good side even if they do not get the same headlines as Manchester United. So we will stay humble and we will try to give our best so that we can go as far as possible in the competition.” Rafael Benítez and his players will get an idea of just how good Spurs are when they welcome the London club to Milan for their next Group A assignment on 20 October.

Wadah bagi para pengguna Linux di Indonesia

http://planet.linux.or.id/

Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Kehutanan dinilai sebagai sektor terbesar penyumbang pencemaran gas rumah kaca. Pemerintah pusat telah berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca secara nasional sebesar 26 persen secara sukarela dan 41 persen dengan dukungan mitra internasional hingga tahun 2020. Separuh dari target 26 persen tersebut diharapkan disumbang dari sektor kehutanan.

Menurut Kepala Pusat Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Agus Warsito, sumbangan terbesar emisi gas rumah kaca tersebut sebenarnya hanya terjadi ketika peristiwa kebakaran hutan pada tahun 1997-1998. “Kami terus melakukan rehabilitasi hutan yang rusak dengan target 1,6 juta hektar pada tahun ini. Tapi sulit dilaksanakan karena terkendala dana,” kata Agus.

Pada Kamis (30/9/2010), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengkoordinasi proses konsultasi untuk penyusunan s trategi nasional pengurangan emisi k arbon dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD Plus) di DIY.

Penyusunan REDD Plus ini melibatkan pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun daerah sebagai tindak lanjut dari penyempurnaan strategi nasional yang sebelumnya telah disusun Kementerian Kehutanan.

Konsultasi tahap pertama untuk region Jawa di DIY digelar dua hari sejak Kamis untuk memperoleh masukan terkait profil dan penyebab laju deforestasi dan degradasi hutan serta tingkat emisi gas rumah kaca di masing-masing daerah. “Implementasi dari REDD Plus ini masih sekitar satu dua tahun lagi,” tambah Staf Ahli Menteri Bidang Mitigasi dan Penanggulangan Bencana Bappenas Bemby Uripto.

Agus menambahkan alokasi dana dari pemerintah sebesar Rp 5 triliun per tahun ke Kementerian Kehutanan belum mencukupi untuk target rehabilitasi hutan yang membutuhkan dana hingga puluhan triliun rupiah. Agus berharap upaya penurunan emisi gas rumah kaca juga tidak berdampak signifikan terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi.

“Sektor pertambangan di wilayah kehutanan cukup memberikan sumbangsih besar ke pendapatan negara,” katanya.

Emisi gas rumah kaca berdampak pada naiknya temperatur bumi sehingga tinggi air laut turut meningkat. Jika dibiarkan, hal ini akan berdamp ak pada eksistensi negara Indonesia yang berbentuk kepulauan. Melalui penyusunan REDD Plus, masyarakat internasional diharapkan akan melihat tertatanya rencana pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia yang bagus sehingga bergairah membantu terutama lewat jual beli karbon.

TEKNOLOGI DESALINASI Saatnya Manfaatkan Air Laut untuk Minum

TEKNOLOGI DESALINASI
Saatnya Manfaatkan Air Laut untuk Minum
Jumat, 1 Oktober 2010 | 09:29 WIB

KOMPAS

Desalinasi

oleh Nawa Tunggal

JAKARTA, KOMPAS.com — Keterbatasan Jakarta mendapatkan air baku untuk diolah menjadi air bersih sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan air laut yang melimpah. PT Pembangunan Jaya Ancol bukan cuma mengolah air laut menjadi air tawar, melainkan juga mengolahnya menjadi kolam apung berkadar garam tinggi.

Inovasi yang dilakukan, antara lain, 7.000 meter kubik air laut diubah menjadi 5.000 meter kubik air tawar per hari. Sisanya, sekitar 2.000 meter kubik, menjadi air berkadar garam tinggi yang digunakan untuk kolam apung, salah satu wahana wisata di Ancol Taman Impian.

”Teknologi desalinasi ini menjadi inovasi untuk tidak semata-mata meraih hasil air minum dari sumber air laut tak terbatas,” kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya.

Kolam apung merupakan manfaat wisata edukatif lain, di samping perolehan air tawar dari proyek Ancol Newater-Sea Water Desalination Plant. Bambang Tutuko selaku Wakil Direktur Arkonin yang menjadi konsultan proyek ini, Selasa (28/9/2010), menguraikan, desain rancang bangunnya bisa untuk memproduksi sampai kapasitas 15.000 meter kubik per hari.

”Desainnya sudah selesai dirancang dan konstruksinya sekarang masih dikerjakan. Akhir tahun ini bisa selesai,” kata Bambang.

Osmosis terbalik

Reverse osmosis atau osmosis terbalik merupakan proses yang ditempuh secara umum untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Caranya dengan mendesakkan air laut melewati membran-membran semipermeable untuk menyaring kandungan garamnya. Kandungan garam yang tersaring disisihkan. Sebagian air laut digunakan untuk melarutkannya.

Larutan itulah yang kemudian menjadi bagian dari 2.000 meter kubik per hari yang kemudian disalurkan ke Kolam Apung Wahana Atlantis Ancol.

Dalam kandungan garam tinggi, air kolam itu mampu mengapungkan manusia. Namun, untuk menikmati kolam apung ini, ada beberapa ketentuan yang diberlakukan untuk menunjang keselamatan dan kesehatan.

Reverse osmosis atau RO ini ditempuh setelah ada berbagai perlakuan terhadap sumber air bakunya,” kata Bambang.

Menurut Bambang, air baku itu diambil dari Danau Ancol. Danau Ancol dirancang untuk menampung pula air hujan ataupun limbah pemanfaatan air bersih yang digunakan berbagai fasilitas publik di kawasan wisata tersebut.

Pemasukan air hujan ataupun limbah pemanfaatan air bersih merupakan upaya untuk menurunkan kadar garam danau payau tersebut. Dengan demikian, diharapkan proses osmosis terbalik menjadi lebih ringan dengan air baku yang rendah kadar garamnya. ”Ini ada kaitannya dengan usia produktif dari teknologi desalinasi ini,” ujarnya.

Untuk menghasilkan air bersih dari air laut ini dibutuhkan energi listrik sebesar 4,72 kilowatt jam per meter kubik. ”Sekarang ini rata-rata listrik per kilowatt jam mencapai harga Rp 1.000,” ujar Bambang.

General Manager Perencanaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Sandy Rudiana mengatakan, perusahaannya memiliki kebutuhan air tawar sebanyak 15.000 meter kubik per hari. Saat ini belum bisa terpenuhi seluruh kebutuhannya.

”Dari perusahaan air minum daerah hanya diperoleh 9.000 meter kubik per hari sehingga masih kekurangan 6.000 meter kubik per hari,” kata Sandy.

Selain faktor kekurangan suplai air bersih, menurut Sandy, juga ditemui kendala harga yang terlampau tinggi. Produksi air bersih dari proses desalinasi bisa bersaing dengan tarif air bersih kelas komersial yang mencapai Rp 12.500 per meter kubik. Bahkan, tarif air bersih industri mencapai Rp 15.000 per meter kubik.

Nilai produksi air bersih dengan teknologi desalinasi yang dikembangkan sekarang mampu menekan harga hingga Rp 9.000 per meter kubik.

Pengembangan model

YJ Harwanto, selaku General Manager Ancol Taman Impian PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengatakan, proyek desalinasi ini sebagai pengembangan model tatkala ada tuntutan penghentian pengambilan air tanah di Jakarta, terutama di kawasan pesisir Jakarta Utara.

”Model seperti ini harus dikembangkan oleh pihak-pihak lainnya,” kata Harwanto.

Dia mengatakan, perusahaannya tidak pernah mengambil air tanah untuk mencukupi kebutuhan. Namun, mereka menerima imbas paling parah berupa penurunan tanah paling cepat di Jakarta. Saat ini diperkirakan kawasan Ancol mengalami penurunan tanah 26 sentimeter per tahun.

Seperti lokasi kuburan yang dipelihara Pemerintah Belanda di dalam kawasan wisata Ancol, sejak belasan tahun yang lalu masih 1 meter sampai 2 meter di atas permukaan laut. Namun, sekarang sudah berada di bawah permukaan air laut sehingga diperlukan pemompaan air ketika tergenang air laut.

Pengurukan, menurut Harwanto, dilakukan setiap tahun. Lokasi-lokasi yang tidak diuruk pada akhirnya mudah tergenang air hujan atau luapan air laut pasang.

Desalinasi sebagai jawaban teknologi atas tuntutan penghentian pengambilan air tanah di Jakarta. Pengelola kawasan wisata Ancol sudah memulainya. Ditunggu yang lainnya.